Rabu, 18 Mei 2011

Keluh Gaga Pada Sang Waktu

Keluh Gaga Pada Sang Waktu 

     Waktu, kau begitu rakus rasanya. Mengambil semua yang berharga dariku dan meninggalkanku sendiri disini dengan kerinduan yang menggunung. Merindu gelak tawa bocah yang bermain dipunggungku, merindu senyum bahagia mereka melihatku dengan buah-buah ditanganku, merindu burung-burung kecil yang bernyanyi bersamaku, merindu hempasan angin ramah yang selalu menyapaku tiap waktu, merindu melihat ikan-ikan manis yang memacu diri melawan arus sungai ditepiku.

     Waktu, aku benci padamu yang membiarkanku melihat keasrian duniaku pudar seperti ini sendirian. Waktu, aku benci kauu yang setiap saat biarkan kelahirkan manusia-manusia cerdas namun kadang tak berhati. Waktu, aku benci dirimu yang membiarkan manusia itu semakin tidak beretika. Waktu, aku benci karena kau yang membiarkan mereka bersikap begitu kasarnya padaku dan saudaraku, membuatku melihat bayi-bayi kecilku mati sebelum tumbuh. Waktu, kau sangat tega biarkan racun-racun itu melumpuhkan saudara-saudaraku sampai mereka mati. Harus kau tahu waktu, aku sangat membencimu berharap tidak pernah mengenalmu.

     Gaga, maafkan aku. Ini semua bukan mauku. Bukan mauku melihatmu bersedih atas segala kehilangan banyak hal berharga dari mu. Aku pun rindu setiap yang kau rindui. Tapi aku ingin kau tahu, aku tak punya kuasa atas segala yang terjadi ini. Aku hanya menjalankan tugasku. Andai kau tahu, sedihku lebih dalam darimu, melihat setiap kelahiran, proses kehidupan dan kematian yang silih berganti. Kadang aku ingin berhenti berjalan ketika semua baik-baik saja agar semua tetap sama sampai akhir. Tapi tak ada ijin seperti itu untukku.

     Gaga, masih bolehkah ku panggil dirimu seperti itu? Kawanku, pohon mangga yang perkasa. Sekali lagi maafkan aku dalam segala ketiadagunaanku untuk membantumu meredakan kerinduanmu itu. Maafkan aku kawan..

     Waktu, tak pernah aku sadari beratnya tugasmu itu. Ternyata aku begitu egois dengan semua ingin dalam rinduku ini. Kau tahu kini hembusan angin tak lagi ramah dengan sejuknya, aku merasa kering dengan hembusannya yang mengandung banyak zat-zat kimia yang keluar dari gunungan beton disudut sana. Aku pun tak lagi minum air yang segar, bahkan air hujanpun tak lagi selezat dulu. Aku tahu dengan keadaan ini aku tak akan bertahan lama lagi berdiri disini.

     Waktu, bolehkah aku pergi berkelana bersamamu? Setelah aku tak lagi mampu menghasilkan apapun lagi. Tak satupun buah yang bisa aku tumbuhkan ditanganku, dan kau pun tahu tubuh ku tidak sekuat Jati untuk terfungsikan. Aku tahu, aku akan membusuk bersama dengan sampah yang dilemparkan anak-anak manusia itu dikakiku. Burung-burung tak ingin menyanyi lagi bersamaku karena tubuhku yang beraroma sampah.

     Dan kau tahu Waktu?? Walau pun begitu aku masih punya beberapa teman. Mereka memang tidak seperti kawanku yang dulu, tapi kami punya kesamaan yang membuat kami berteman. Kami semua tidak suka dengan sikap manusia yang tidak acuh dengan keasrian lingkungan dan mengabaikan keberadaan kami.

     Kawan baruku itu adalah tikus tanah, rumah mereka ditanah rusak karena manusia yang ingin membangun gunungan beton lainnya. Mereka pendengar yang baik untuk mendengarkan seluruh keluhku, tapi mereka sedikit licik. Mereka membalas kehancuran rumah mereka dengan merusak dan memakan isi benda-benda yang ada dirumah manusia dilingkungan sekitar. Mereka tahu itu salah namun mereka tidak peduli, seperti ketidakpedulian manusia pada kami.

     Gaga, ada satu kabar baik dari ku. Kau dan semua saudaramu akan terus tumbuh dan tak akan pernah hilang dari bumi ini, asalkan kau mau bertahan. Ketika tidak ada alasan untukmu bertahan, ingatlah akan ada manusia baik hati yang lahir untuk menghargai setiap keberadaan dan pentingnya dirimu dan semua saudaramu itu. Aku akan pergi semakin jauh, tapi akan ada saatnya aku datang kembali menjemputmu untuk mengantarkanmu ketempat terindah yang pernah tercipta. Dan dari sana kamu akan bisa melihat kehidupan anak cucumu yang tumbuh dan hidup lebih baik darimu. Mari kita bersama berdoa untuk kehidupan yang lebih baik untuk bersama..

By : MY

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates